4 Surprising photos from the past. Transportasi trem yang pernah ada di Batavia (Jakarta) pada tahun 1900-an.Tapi, melihat kondisi Jakarta yang sekarang kayaknya mustahil banget untuk menghidupkan kembali transportasi umum yang satu ini. Mungkin kalo diterapkan di daerah lain masih bisa kali ya? Gimana menurut kalian? Gue baru tau kalo Muhammad Ali pernah ke Indonesia. Menurut harian tempo, Ali pertama kali menjejakkan kaki di Indonesia pada oktober 1973 untuk menghadapi petinju Belanda, Lubbers. Jalan sudirman 1969. Masih sepi ya, yang punya mobil juga masih dikit. Penampakan majalah dewasa jaman dulu. Desainnya masih sangat sederhana. Sumber foto
Kalian ngerasa gak sih kalo trotoar kita sampai saat ini sepenuhnya belum mampu mengakomodasi kebutuhan para pejalan kaki. Padahal kalo fasilitas yang satu ini bisa sedikit dibenahi, saya yakin minat orang untuk berjalan kaki akan semakin bertambah. Sejauh ini saya melihat, Pemerintah tidak menganggapi serius masalah ini. Setelah saya telusuri lebih jauh ternyata ada 10 instansi yang bertanggung jawab atas kenyamanan trotoar. Dari ke 10 instansi itu diantaranya : Dinas pekerjaan umum, Dinas pertamanan yang mengurus pepohonan, Dinas perhubungan yang menangani rambu-rambu lalu lintas, PLN, PAM, dan Telkom (Sumber:Republika.co.id). Jadi bisa disimpulkan, tidak nyamannya trotoar yang kita miliki saat ini dikarenakan buruknya koordinasi dari dinas-dinas terkait. Saya kasih lihat buktinya. Saya nggak tahu apakah trotoar didaerah kalian juga mengalami hal semacam ini. Tapi yang jelas masalah ini penting banget. Iya dong, pasti. Apalagi kalo kota kalian men...
Hidup sekarang makin sulit. Mau gak mau orang dituntut harus berpikir kreatif. Tujuannya jelas yaitu untuk mengakali segala problematika hidup yang sedang terjadi saat ini. Gambar dari Google Ibu saya yang seorang pedagang paling jelas terkena dampaknya. Sebenarnya, ibu saya tidak sendiri. Para pelaku usaha yang mempunyai bisnis serupa saat ini memang tidak mempunyai banyak pilihan selain harus mengakali keadaan. Hal ini dilakukan tidak lain agar warung mereka tetap bisa memberikan penghidupan bagi keluarganya walaupun di tengah maraknya gempuran harga-harga komoditi pangan yang kian melonjak. Bagi kami sekeluarga, warung ini sangatlah berarti. Hampir 90% pemasukan keuangan keluarga kami semuanya berasal dari warung ini. Maklum, pasca pesiun, ayah saya saat ini lebih banyak bekerja di rumah sebagai kontraktor frelancer. Nama perusahaan beliau yang tidak sementereng perusahaan kontraktor lainnya membuat perusahaan ayah saya sepi orderan untuk menggarap proyek. Ketik...
Comments
Post a Comment